Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Konvensional
Pengertian Media Pembelajaran
Asep Herry Hermawan,dkk (2010 : 11.18) mengemukakan media merupakan sebagai medium atau perantara. Dalam kaitannya dengan proses komunikasi pembelajaran. Media diartikan sebagai wahana penyalur pesan pembelajaran. Sedangkan pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkan seseorang atau sekelompok orang melalui satu atau lebih strategi, metode, dan pendekatan tertentu kearah pencapaian tujuan pembelajaran yang telah direncanakan. Pembelajaran merupakan suatu kegiatan terencana untuk mengkondisikan seseorang atau sekelompok orang agar bisa belajar dengan baik. Oleh sebab itu, unsur utama pembelajaran adalah siswa bukan guru.
Menurut Heinich, dkk (1993), (Dalam Sri Anatiah.W.dk.2011) media pembelajaran merupakan alat saluran komunkasi. Media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata” medium” yang secara harfiah berarti “perantara”, yaitu perantara sumber pesan (a source) dengan penerima pesan (a receiver). Heinich mencontohkan media ini, seperti film, televise, diagram, bahan tercetak (printed material), computer, dan instruktur. Contoh media tersebut bisa dipertimbangkan sebagai, media pembelajaran jika membawa pesan-pesan (messages) dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran.
Menurut Mukhtar,(2003:103) media pembelajaran merupakan suatu bagian yang integral dari suatu proses pendidikan sekolah. Untuk mengetahui lebih jelas tentang media dan pembelajaran. Secara harfiah media berarti perantara, pengantar, wahana, penyalur pesan serta informasi belajar. Sedangkan pembelajaran adalah kegiatan pendidik secara terprogram dalam desain intruksional, untuk membuat peserta didik belajar secara aktif, yang menekankan pada penyediaan sumber belajar.
Peneliti menyimpulkan bahwa media pembelajaran merupakan suatu sarana yang dapat digunakan untuk memungkinkan terjadinya proses belajar pada diri siswa dan atau dapat digunakan untuk meningkatkan efektitivitas kegiatan pembelajaran.
Fungsi Media Pembelajaran
Menurut Asep Herry Hernawan,dkk (2010 : 11.21) fungsi/ kegunaan media pembelajaran dalam pembelajaranan antara lain:
Untuk mengatasi berbagai hambatan proses komunikasi.
Kegunaan media dalam mengatasi hambatan proses komunikasi antara lain untuk mengatasi verbaslisme (ketergantungan untuk menggunakan kata-kata lisan dalam memberikan penjelasan), artinya dengan kata-kata lisan yang mungkin abstrak dapat digambarkan dan dibantu dengan penggunaan media sehingga verbalisme dapat diminimalkan atau bahkan ditiadakan, seperti pepatah a picture worth a thousand words (satu gambar senilai dengan seribu kata). Misalnya, menunjukkan gambar seekor dinosaurus akan lebih membuat siswa tahu bentuk dinosaurus, daripada hanya menceritakan .
Untuk mengatasi Sikap pasif siswa dalam belajar.
Dalam mengatasi sikap pasif siswa, media pembelajaran memiliki berbagai kegunaan, yaitu menimbulkan kegairahan belajar, memfokuskan/menarik perhatian, memungkinkan atau mendekatkan interkasi langsung dengan lingkungan nyata, memberikan perangsang yang sama untuk mempersamakan pengalaman dan menimbulkan persepsi yang sama.
Mengatasi fisik kerterbatasan fisik kelas
Dalam mengatasi keterbatasan fisik kelas, media memiliki kegunaan untuk memperkecil objek yang terlalu besar (dapat dibantu dengan media slide atau model), memperbesar objek yang terlalu kecil (dapat dibantu dengan mikroproyektor, gambar, atau film), menyederhanakan objek yang terlalu rumit (dapat dibantu dengan diagram, bagan), dan menggambarkan objek yang terlalu luas, misalnya gempa bumi atau iklim (dapat dibantu dengan media film, gambar).
Jenis-jenis Media Pembelajaran
Menurut Asep Herry Hernawan,dkk (2010:11.19) dari segi jenis-jenis media pembelajaran dapat dibedakan menjadi empat macam,yaitu:
Media visual
Media visual adalah media yang hanya dapat dilihat dengan menggunakan indra penglihatan. Jenis media ini sering digunakan oleh guru yaitu untuk membantu menyampaikan isi atau materi pelajaran. Media visual ini terdiri dari media yang tidak dapat diproyeksi (non projected visual) dan media yang dapat diproyeksikan (projected visual). Media yang dapat diproyeksikan ini dapat berupa gambar diam (still pictures) atau begerak (motion pictures). Contoh dari media visual adalah table, poster, foto, slide.
Media audio
Media audio adalah media yang mengandung pesan dalam bentuk auditif (hanya dapat didengar) yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan para siswa untuk mempelajari bahan ajar. Program kaset suara dan program radio adalah bentuk dari media audio. Penggunaan media audio dalam kegiatan pembelajaran pada umumnya untuk melatih keterampilan yang berhubungan dengan aspek-aspek keterampilan mendengarkan. Dari sifatnya yang auditif, media ini mengandung kelemahan yang harus diatasi dengan cara memanfaatkan media lainnya. Contoh seperti radio.
Media audiovisual
Media ini merupakan kombinasi audio dan visual atau biasa disebut media pandang-dengar. Menggunakan media ini sangat lengkap dan dapat mengoptimalkan penyajian bahan ajar kepada siswa. Selain itu, media ini dalam batas-batas tertentu dapat juga menggantikan peran dan tugas guru. Dalam hal ini, guru tidak selalu berperan sebagai penyaji materi (narasumber) karena penyajian materi dapat digantikan oleh media. Oleh sebab itu, peran guru beralih menjadi fasilitator belajar, yaitu memberikan kemudahan bagi para siswa untuk belajar. Contoh media audio visual diantaranya program video/televise pendidikan, video/televisi intruksional, dan program slide suara (soundslide), dan pembelajaran dengan computer.
Manfaat Media Pembelajaran
Menurut Encylopedia of Educattional Research dalam Hamalik (1989 : 15) ( dalam Rostina Sundayan 2015 : 11) menyebutkan bahwa manfaat media pembelajaran adalah :
Meletakkan dasar-dasar yang konkret untuk berpikir, oleh karena itu mengurangi “verbalisme”
Memperbesar perhatian para siswa.
Meletakkan dasar-dasar yang penting untuk perkembangan belajar, oleh karena itu membuat pelajaran lebih mantap.
Memberikan pengalaman yang nyata yang dapat menumbuhkan kegiatan berusaha sendiri dikalangan siswa.
Menumbuhkan pemikiran yang teratur dan kontinyu, hal ini terutama terdapat dalam gambar hidup.
Membantu tumbuhnya pengertian, dengan demikian membantu perkembangan kemampuan bebahasa.
Memberikan pengalaman-pengalaman yang tidak mudah diperoleh dengan cara lain serta membantu berkembangnya efesiensi yang lebih mendalam serta keragaman yang lebih banyak dalam belajar.
Adapun menurut kemp dan Dayton (Depdiknas, 2013:15-17) (dalam Rostina Sudayana 2015 : 11-12) mengidentifikasi beberapa manfaat media dalam pembelajaran antara lain sebagai berikut:
Penyampaian materi dapat diseragamkan, setiap guru mungkin punya penafsiran yang bebeda-beda tehadap suatu konsep materi pelajaran tertentu. Dengan bantuan media, penafsiran yang beragam tersebut dapat dihindari sehingga dapat disampaikan kepada siswa secara seragam.
Proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik. Dengan berbagai potensi yang dimilikinya, media dapat menampilkan informasi melebihi suara, gambar, gerak, dan warna baik secara alami maupun manipulasi.
Proses pembelajaran lebih interaktif. Jika dipilih dan dirancang secara baik, media dapat membantu guru dan siswa melakukan komunikasi dua arah secara aktif selama proses pembelajaran.
Efesiensi dalam waktu dan tenaga, guru sering menghasilkan banyak waktu untuk menjelaskan suatu materi pelajaran. Hal ini sebenarnya tidak harus terjadi jika guru dapat memanfaatkan maka visual secara verbal akan teratasi.
Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa. Penggunaan media membuat proses pembelajaran lebih efesien, selain itu juga membantu siswa menyerap materi belajar lebih mendalam dan utuh sehingga pemahaman siswa pasti akan lebih baik.
Media memungkinkan proses belajar dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Media pembelajaran dapat dirancang sedemikian rupa sehingga siswa dapat melakukan kegiatan belajar secara lebih leluasa. Kapanpun dan dimanapun tanpa tergantung pada keberadaan seorang guru.
Media dapat menumbuhkan setiap siswa terhadap materi dan proses belajar. Dengan media, proses pembelajaran menjadi lebih menarik sehingga mendorong siswa mencintai ilmu pengetahuan dan gemar mencari sendiri sumber-sumber ilmu pengetahuan, kebiasaan itu akan menanamkan sikap pada siswa untuk senantiasa berinisiatif mencari berbagai sumber belajar yang diperlukan.
Menambah peran guru menjadi lebih positif dan produktif. Dengan memanfaatkan media secara baik, guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber belajar bagi siswa, ia dapat berbagai peran dengan media sehingga akan mudah baginya seperti membantu kesulitan belajar siswa, pembentukkan dan memotivasi siswa.
Pengertian Media Pembelajaran Berbasis Konvensional
Media pembelajaran konvensional adalah media pembelajaran tradisional yang salah satu di antaranya adalah media yang berbentuk media cetak maupun elektronik. Media konvensional merupakan proses produksi dan penyimpanan data atau informasi yang dibagi menjadi dua bagian yaitu media elektronik seperti radio dan televisi dan media cetak seperti Koran, cd, atau dvd. Pada penggunaan media elektronik serta media cetak sangat dipakai oleh media massa, dilihat jumlah produksi informasi yang digunakan oleh media , adapunyang sering digunakan adalah Koran, majalah, radio, dan televsi.
Sukandi (2003), mengemukakan bahwa pendekatan konvensional ditandai dengan guru mengajar lebih banyak mengajarkan tentang konsep-konsep bukan kompetensi. Tujuan pembelajaran yang menggunakan media konvensional dalah siswa mengetahui sesuatu bukan mampu untuk melakukan sesuatu. Pada saat ini proses pembelajaran siswa lebih banyak mendengarkan. Pendekatan konvensional yang dimaksud adalah proses pembelajaran yang lebih banyak didominasi oleh guru sebagai “pentransfer ilmu”, sementara siswa lebih pasif sebagai “penerima ilmu”.
Pembelajaran konvensional diartikulasikan menjadi tujuan-tujuan berupa perilaku yang diskrit. Apa yang terajadi selama proses belajar dan pembelajaran jauh dari upaya-upaya untuk terjadinya pemahaman. Siswa dituntut untuk menunjukan kemampuan menghafal, dan menguasai potongan-potongan informasi sebagai prasyarat untuk mempelajari keterampilan-ketrampilan yang lebih kompleks.
Macam-Macam dan ciri-ciri Media Pembelajaran Berbasis Konvensional
Berdasarkan macam-macam media pembelajaran konvensional terbagi menjadi dua yaitu sebagai berikut:
Media cetak media yang cara penyampaiannya masih berupa alat cetak dengan berisikan tulisan. Contoh : majalah, Koran, tabloid, dan lainnya.
Media elektronik media yang penyampainnya sudah lebih meningkat dibandingkan media cetak, cara penyampainnya bisa terdiri dari audio dan visual dalam penyampainnya. Contoh: radio dan televise
Adapun cirri-ciri media pembelajaran konvesional yaitu sebagai berikut:
Panjang naskah dibatasai oleh ruang pemberitaan.
Proses pengeditan tidak dapat dilakukan jika sudah masuk proses cetak.
Terbitnya berkala ( harian, mingguan, bulanan, dua mingguan dan sebagainya.
Kelebihan dan kekurangan Media pembelajaran Berbasis Konvensional
Berdasarkan kelebihan dan kekurangan media pembelajaran berbasis konvesional terbagi menjadi menjadi dua yaitu media elektronik dan media cetak. Adapun kelebihan dan kekurangan media elektronik yaitu:
Kelebihan media elektonik, yaitu :
Dari segi waktu, media elektronik tergolong cepat dalam menyebarkan berita kemasyarakat. media elektronik mempunyai audio visual yang memudahkan para audiensnya untuk memaham berita, khususnya pada media elektronik televise. Media elektronik menjangkau masyarakat secara luas. dapat menyampaikan berita secara langsung dari tempat kejadian.Dapat menampilkan proses terjadinya suatu peristiwa. dapat dinikmati oleh semau orang, baik itu yang mengalami keterbelakangan mental.
Kekurangan media elektronik, yaitu :
Dalam penyediaan berita pada media elektronik tidak dapat mengulang apa yang telah ditayangkan.
Adapun kelebihan dan kekurangan dari media cetak yaitu :
Kelebihan media cetak, yaitu :
1. dapat dibaca berkali-kali dengan cara menyimpannya.
2. dapat membuat orang yang berfikir lebih spesifik tentang isi tulisan.
3. bias disimpan atau dicollect isi informasinya.
4. harganya lebih terjangkau maupun dalam distribusinya.
5. lebih mampu menjelaskan hal-hal yang bersifat kompleks atau rigid.
b. Kekurangan media cetak, yaitu :
dari segi waktu media cetak lambat dalam memberikan informasi. Karena media cetak tidak dapat menyebarkan langsung berita yang terjadi pada masyarakat dan harus menunggu turun cetak.
media cetak hanya dapat berupa tulisan.
media cetak haya dapat memberikan visual berupa gambar yang mewakili keseluruhan isi berita.
biaya produksi yang cukup mahal karena media cetak harus mencetak dan mengireimkannya sebelum dapat dinikmati masyarakat\.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Media pembelajaran merupakan alat saluran komunkasi. Media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata” medium” yang secara harfiah berarti “perantara”, yaitu perantara sumber pesan (a source) dengan penerima pesan (a receiver). Heinich mencontohkan media ini, seperti film, televise, diagram, bahan tercetak (printed material), computer, dan instruktur. Contoh media tersebut bisa dipertimbangkan sebagai, media pembelajaran jika membawa pesan-pesan (messages) dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran.
Media pembelajaran konvensional adalah media pembelajaran tradisional yang salah satu di antaranya adalah media yang berbentuk media cetak maupun elektronik. Media konvensional merupakan proses produksi dan penyimpanan data atau informasi yang dibagi menjadi dua bagian yaitu media elektronik seperti radio dan televisi dan media cetak seperti Koran, cd, atau dvd. Pada penggunaan media elektronik serta media cetak sangat dipakai oleh media massa, dilihat jumlah produksi informasi yang digunakan oleh media , adapunyang sering digunakan adalah Koran, majalah, radio, dan televsi.
DAFTAR PUSTAKA
Anitah Sri,dkk.2014. Strategi Pembelajaran Di SD. Jakarta : Universitas Terbuka
Hernawan Herry Asep.2010. Pengembangan Kurikukulum Dan Pembelajaran. Jakarta : Universitas Terbuka
Setiawan Denny.2011. Komputer Dan Media Pembelajaran. Jakarta : Univesitas Terbuka
https://www.academia.edu/5393863/Media_Konvensional (diakses pada 25 desember 2019 puku 09:30)
Komentar
Posting Komentar