“Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Komputer ”
Pengertian media pembelajaran
Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata “medium” yang secara harfiah mempunyai arti perantara atau pengantar. Menurut Heinich, Molenda, dan Russel dalam Rusman (2009:151) menyatakan bahwa “Media is a channel of communication”. Devided from the Latin word for “between”, the term refers “to” anything that carries information between a source and a receiver.”
Berdasarkan pengertian media diatas maka dapat diartikan bahwa media adalah semua bentuk perantara yang digunakan oleh manusia untuk menyampaikan informasi, pendapat atau gagasan yang disampaikan kepada penerima pesan. Pada dasarnya media dapat digunakan dalam proses belajar mengajar melalui dua arah, yaitu media sebagai alat bantu mengajar dan sebagai media belajar yang dapat digunakan sendiri oleh siswa.
Menurut Briggs dalam Rusman (2009:151) menyatakan bahwa media pembelajaran sebagai “the physical means of conveying instructional content, book, films, videotapes, etc”. Lebih jauh Briggs menyatakan media adalah „alat untuk memberi perangsang bagi peserta didik supaya terjadi proses belajar”. Hal ini sejalan dengan Gerlach & Ely dalam Sanjaya (2006: 161) yang menyatakan: ‟A medium, conceived is any person, material or event that establishs condition which enable the learner to acquire nowledge, skill, and attitude”.
Berdasarkan pendapat para tokoh mengenai definisi media pembelajaran dapat diambil kesimpulan yang menjadi landasan pemikiran bagi penelitian ini diantaranya:
Kecenderungan pembelajaran yang menggunakan media akan mampu mendorong potensi-potensi yang ada pada diri siswa untuk lebih optimal dalam melakukan proses pembelajaran. Ini dikarenakan daya tarik media pembelajaran yang mampu memotivasi dan merangsang serta membawa pengaruh psikologis bagi siswa.
Ketika respon yang diberikan oleh siswa dalam pembelajaran yang menggunakan media pembelajaran ini menjadi lebih optimal, maka besar kemungkinan prestasi belajar yang diharapkanpun akan lebih tercapai.Pembelajaran yang dikembangkan melalui media sangat besar fungsi dan kegunaannya. Tidak sekedar mampu menyampaikan informasi sebagaimana yang terjadi pada pembelajaran konvensional pada umumnya, namun lebih dari itu pembelajaran yang berbantukan media mampu menjadikan proses penyampaian informasi menjadi jauh lebih menarik bagi siswa.
Fungsi media di dalam proses pembelajaran cukup penting dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran terutama membantu peserta didik untuk belajar. Menurut Rusman (2009: 154), secara umum media mempunyai kegunaan:
Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis;
Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, tenaga, dan daya indra;
Menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara murid dengan sumber belajar;
Memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, auditori, dan kinestetiknya;
Memberi rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman, dan menimbulkan persepsi yang sama.
Menurut Kemp & Dayton dalam Rusman (2009: 154) menyebutkan kontribusi media terhadap pembelajaran antara lain:
Penyampaian pesan pembelajaran dapat lebih terstandar;
Pembelajaran dapat lebih menarik;
Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan mengaplikasikan teori belajar;
Waktu pelaksanaan pembelajaran dapat diperpendek;
Kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan;
Proses pembelajaran dapat berlangsung kapan pun dan dimana pun diperlukan;
Sikap positif siswa terhadap materi pembelajaran serta proses pembelajaran dapat ditingkatkan;h.peran guru berubah ke arah yang positif.
Berdasarkan pendapat para ahli mengenai fungsi media pembelajaran dapat disimpulkan bahwa penggunaan media dalam pembelajaran sangat bermanfaat baik bagi guru ataupun bagi siswa. Adapun manfaat bagi guru adalah:
Media pembelajaran membantu guru dalam menyampaikan materi pembelajaran.
Media dapat menutupi keterbatasan yang dimiliki oleh guru dalam mengajar. Baik itu keterbatasan tenaga, waktu atau pengetahuan.
Media membantu guru dalam mencapai tujuan pembelajaran.
Dengan menggunakan media pembelajaran guru menjadi lebih kreatif dalam menyampaikan materi karena menggunakan beberapa metode pembelajaran.
Manfaat yang didapat oleh siswa dari penggunaan media pembelajaran adalah sebagai berikut:
Siswa akan lebih mudah memahami dan mengingat materi pembelajaran dibandingkan tanpa bantuan media.
Menghindarkan verbalisme diantara siswa.
Siswa akan lebih bersemangat dalam mengikuti proses belajar mengajar.
Siswa akan lebih mengembangkan ketiga ranahnya; kognitif, afektif dan psikomotor.
Dengan media pembelajaran siswa dapat lebih mengenal lingkungan sekitarnya.
Keterlibatan siswa dalam kegiatan belajar mengajar sangatlah penting, karena seperti yang dikemukakan oleh Edgar Dale dalam Sadiman, dkk, (2003: 78) dalam klasifikasi pengalaman menurut tingkat dari yang paling kongkrit ke yang paling abstrak, dimana partisipasi, observasi, dan pengalaman langsung memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap pengalaman belajar yang diterima siswa. Penyampaian suatu konsep kepada siswa akan tersampaikan dengan baik jika konsep tersebut mengharuskan siswa terlibat di dalamnya bila dibandingkan dengan konsep yang hanya melibatkan siswa untuk mengamati saja.
Pemanfaatan Komputer Sebagai Media Pembelajaran
Istilah komputer (computer) diambil bahasa latin computare yang berarti menghitung (to computer atau to reckon). Sementara menurut Sanders (2012) menyatakan bahwa komputer adalah sistem elektronik untuk memanipulasi data yang cepat dan tepat serta dirancang dan diorganisasika supaya secara otomatis menerima dan menyimpan data input, memprosesnya dan menghasilkan output, bekerjanya dikendalikan oleh program yang tersimpan di dalam penyimpanannya dan program tersebut dikenal dengan nama sistem operasi.
Hal ini dikuatkan oleh pendapat Hamacher dalam Jagiyanto (2005: 19) dikatakan bahwa “ komputer adalah mesin penghitung elektronik yang cepat dan tepat menerima informasi input digital, kemudian memprosesnya sesuai dengan program yang tersimpan di memorinya dan menghasilkan output berupa informasi.
Berdasarkan pendapat para ahli dapat disimpulkan bahwa komputer adalah seperangkat elektronik yang dapat menerima masukan (input), dan selanjutnya melakukan pengolahan (procces) untuk menghasilkan keluaran (output) berupa informasi secara cepat melalui satu program atau aplikasih tertentu.
Pesatnya perkembangan komputer dan banyaknya eksperimen mengenai komputer yang dilakukan menghasilkan suatu media yang mampu memfasilitas kegiatan belajar mengajar terutama di sekolah. Pemanfaatan teknologi komputer telah banyak memberikan kontribusi terhadap proses pembelajaran yaitu dengan mempermudah dan memperjelas materi yang begitu beragam dan memberikan contoh yang konkret, dalam arti lain komputer dapat didayagunakan sebagai media pembelajaran.
Berdasarkan pemaparan di atas dapat ditarik kesimpulan komputer sebagai alat, mengandung arti bahwa komputer merupakan alat bantu dalam proses pembelajaran, sedangkan komputer sebagai tutor mengandung arti bahwa komputer mengganti peranan guru dalam mengajar, mempresentasikan informasi, menguji melalui pertanyaan dan memberikan umpan balik seperti dalam game pembelajaran atau melibatkan siswa dalam simulasi atau permainan. Istilah yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran yang menggunakan komputer dalam proses belajar mengajarnya disebut Computer Based Instruction (CBI) atau Pembelajaran Berbasis Komputer (PBK). Dalam Pembelajaran Berbasis Komputer (PBK), komputer digunakan sebagai perangkat sistem pembelajaran secara individual (individual learning) dan menerapkan prinsip belajar tuntas (mastery learning). Hal ini sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh Robert Heinich, Molenda, dan James D. Russel dalam Rusman (2011: 97) yang menyatakan bahwa “computer system can delivery instruction by allowing them to interact with the lesson programed into the system; this is refered to computer based instruction”.Dapat disimpulkan bahwa Pembelajaran Berbasis Komputer (PBK) merupakan suatu bentuk pembelajaran yang menempatkan komputer sebagai piranti sistem pembelajaran secara langsung kepada para siswa dengan cara berinteraksi dengan mata pelajaran yangdiprogramkan ke dalam sistem komputer serta mengacu pada asas pembelajaran tuntas yang sengaja dirancang atau dimanfaatkan oleh guru.
Kelebihan dan Kelemahan Pembelajaran Berbasis Komputer (PBK)
Penggunaan komputer dalam pembelajaran memiliki kelebihan dan kelemahan. Pada umumnya komputer dapat dipandang sebagai alat untuk mempertinggi berbagai teknologi pengajaran seperti Pembelajaran Berbasis Komputer (PBK). Adapun kelebihan dalam penggunaan komputer dalam proses pembelajaran memiliki kelebihan jika dibandingkan dengan pembelajaran yang sifatnya konvensional.Menurut Pribadi dan Rosita dalam Rusman (2011: 110) mengungkapkan beberapa keuntungan penggunaan komputer dalam pembelajaran diantaranya, sebagai berikut:
Menciptakan iklim belajar yang efektif bagi siswa yang lambat (slow learner).
Memacu efektivitas belajar bagi siswa yang cepat (fast learner). Dapat deprogram untuk mampu memberikan umpan balik terhadap hasil belajar siswa dan memberikan pengukuhan (reinforcement) terhadap perstasi hasil belajarnya.
Dengan kemampuan komputer untuk merekam hasil belajar pemakainya (record keeping), komputer dapat deprogram untuk memeriksa dan memberikan skor hasil belajar secara otomatis.
Dapat dijadikan sebagai sarana untuk pembelajaran yang bersifat individual (individual learning).
Mampu menyampaikan informasi dan pengetahuan dengan tingkat realisme yang tinggi.
Berdasarkan pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa penggunaan komputer dalam pembelajaran dapat menujang peningkatan kualitas pembelajaran, karena komputer memberikan alternatif variasi metode belajar dan media pembelajaran. Penggunaan komputer dalam pembelajaran juga memberikan kesempatan pada siswa untuk mendapatkan materi pembelajaran yang otentik serta memungkinkan siswa untuk berinteraksi secara lebih luas. Diantara kelebihan yang dimilikinya komputer dalam proses pembelajaran komputer sebagai sarana komunikasi interaktif juga memiliki beberapa kelemahan, hal tersebut sejalan dengan pendapat Pribadi yang dikutip oleh Rusman (2011: 111) sebagai berikut:
Tingginya biaya pengadaan dan pengembangan program komputer, terutama yang dirancang khusus untuk maksud pembelajaran. Disamping itu, pengadaan, pemeliharaan, dan perawatan komputer yang meliputi perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software)
biaya yang relatif tinggi. Oleh karena itu pertimbangan biaya dan manfaat (cost benefit analysis) perlu dilakukan sebelum memutuskan untuk menggunakan komputer untuk keperluan pendidikan.
Masalah lain adalah compatability dan incompability antara hardware dan software. Penggunaan sebuah program komputer biasanya memerlukan perangkat keras dengan spesifikasi yang sesuai. Perangkat lunak sebuah komputer seringkali tidak dapat digunakan pada komputer yang spesifikasinya tidak sama.
Berdasarkan pemaparan mengenai kelemahan pembelajaran berbasis komputer di atas kegiatan merancang dan memproduksi program pembelajaran yang berbasis komputer (Computer Based Instruction) merupakan pekerjaan yang cukup kompleks dan tidak mudah, karena selain memproduksi software program pembelajaran tetapi kita juga perlu memperhatikan segala aspek yang berkaitan dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai sempai dengan unsur psikologis pengguna (user) Pembelajaran Berbasis Komputer (PBK) tersebut, sehingga tidak heran jika memproduksi program komputer merupakan kegiatan intensif yang memerlukan waktu banyak dan juga keahlian khusus.
Teknik Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Komputer
Ada beberapa media pembelajaran yang dihasilkan dari media komputer, sehingga dalam pembelajaran tidak hanya mengandalkan seorang guru yang menjelaskan pelajaran didepan kelas saja. Dapat kita ketahui teknik pembuatan media pembelajaran, yaitu antara lain :
Pembuatan Media Pembelajaran dengan Penggunaan Media Presentasi.
Media presentasi yang sampai saat ini masih popular dalam pembelajaran disekolah-sekolah yaitu dengan menggunakan aplikasi Microsoft Offiice Power Point. Biasanya penggunaan media ini telah digunakan hampir semua mata pelajaran di sekolah. pembuatan media ini diperlukan software atau aplikasi perancang presentasi seperti Microsoft Power Point yang dikembangkan oleh Microsoft inc, Corel Presentation yang dikembangkan oleh Coral inc hingga perkembangan terbaru software yang dikembangkan macromedia inc, yang mengembangkan banyak sekali jenis software untuk mendukung kepentingan tersebut.
Dalam pembuatan PowerPoint sebagai bahan presentasi dapat dilakukan dengan mudah, yaitu dapat dilakukan dengan membuka aplikasi powerpoint, kemudian menulis teks presentasi yang dikehendaki lalu mewarnai teks sesuai dengan background yang digunakan, memberi background pada tampilan slide, memasukkan gambar dan video dengan teknik insert, membuat hyperlink pada media presentasi serta mengevaluasi program media presentasi. Adapun untuk estetikannya setiap slide harus memperhatikan kesesuaian materi dengan gambar, audio serta video. Warna teks dengan background juga harus memberikan kenyamanan bagi mata, jangan sampai teks tidak terlihat karena backgroundnya. Teks dalam tiap-tiap slide juga harus dirancang agar tidak terlalu banyak dan memenuhi lembar slide, inti teks yang dipersingkat lebih mudah diterima dan diingat. Oleh sebab itu pembuatan materi pembelajaran dengan media powerpoint harus memperhatikan segi kemanfaatan serta keefisiennya, agar media ini menjadi menarik dan tidak membosankan.
Pembuatan Media Pembelajaran dengan Penggunaan CD Multimedia Interaktif
CD Multimedia Interaktif ini biasa disebut juga dengan CD Interaktif, didalamnya berisikan materi-materi yang dikemas dalam bentuk CD atau DVD dan didalamnya memuat materi pembelajaran yang dapat berupa video tutorial, soal-soal latihan, materi pembelajaran yang disampaikan dapat berupa animasi, video dan suara. Selain bersifat interakatif, media ini juga bersifat multimedia karena didalamnya terdapat unsur-unsur media pembelajaran yang lengkap. Pembuatan media ini bisa dibuat dengan menggunakan aplikasi macromedia atau sejenisnya yang sudah mulai berkembang saat ini.
Multimedia pembelajaran interaktif diciptakan untuk mempermudah pemahaman siswa dalam pembelajaran, terutama dalam beberapa pembelajaran tertentu. Konsep gerak yang abstrak divisualisasikan oleh komputer melalui animasi yang dibuat dengan Macromedia Flash MX. Hasil animasi tersebut dikolaborasikan dengan gambar, musik dan teks. Kombinasi dari berbagai media tersebut membuat tampilan program menjadi lebih menarik. Dengan tampilan yang menarik dan visualisasi kejadian yang abstrak, membuat pengguna akan lebih tertarik mempelajari materi dalam program.
Seperti pembuatan model materi pembelajaran berbentuk soal dapat digunakan jenis teks dan animasi yang bisa digabungkan menjadi satu dalam satu layer. Sehingga siswa dapat menujuk dan menjawab soal melalui media ini. Yang kedua, pembuatan model pembelajaran dengan tutorial, yaitu dengan merekam materi yang akan disampaikan kedalam bentuk teks, gambar dan bisa juga dibuat dengan berbentuk animasi yang bisa dibuat dengan aplikasi tertentu dalam komputer. Pembuatan media pembelajaran interaktif ini diharapkan menjadi media pembelajaran mandiri, tetapi karena narasi belum digabungkan dengan program ini, membuat program ini masih membutuhkan guru untuk sedikit menjelaskan atau menerangkan tentang program dan isinya. Selain itu tidak adanya tombol untuk menghidupkan dan mematikan suara, membuat suara hanya dapat dikendalikan melalui speaker komputer.
Pembuatan Media Pembelajaran dengan Penggunaan Video Tutorial
Pembuatan media ini bisa digunakan dengan memasukkan video yang telah direkam kedalam komputer dan dapat dapat diberikan dengan cara pembuatan atau materi yang akan disampaikan kepada siswa. Video ini bisa berupa rekaman video atau dengan membuat animasi video yang memberitahukan cara-cara atau menjelaskan materi-materi pelajaran. Video bisa dibuat sendiri atau bisa juga mendownload dari situs share video yang ada di internet. Dan untuk menyesuaikan materi, video dapat melalui proses editing dengan menggunakan program aplikasi edit video yang ada dalam komputer.
Pembuatan Media Pembelajaran dengan Penggunaan Internet
Akan dijelaskan pemanfaatan internet untuk pembelajaran disekolah, seperti cara bagaimana share materi pembelajaran melalui internet seperti pembuatan blog pribadi, yaitu yang masih ofline atau bahkan sudah termasuk blog online yang dapat diakses masyarakat luas dalam internet. Dalam pembuatan model pembelajaran ini dapat menggunakan aplikasi internet offline yang menggunakan software tertentu seperti XAMPP atau sejenisnya.
Pembuatan model ini yaitu dengan menginstal software yang akan digunakan, kemudian memasukkan materi dalam kolom atau lembar kerja yang telah tersedia lalu dapat diakseskan menggunakan software tersebut. Dalam media ini yang dapat dimasukkan yaitu hanya bisa berupa gambar, grafik, dan teks. Karena media ini hanya mampu menampilkan dalam bentuk teks atau gambar saja. Sekarang internet sudah banyak menyediakan web yang dapat digunakan untuk membuat sebuah media pembelajaran. Contohnya web powtoon yang dapat digunakan untuk membuat media pembelajaran seperti powerpoint, namun dijalankan dalam bentuk video. Selain itu ada prezi dan canva online untuk membuat suatu slide presentasi, namun memiliki banyak template yang menarik sehingga kita tidak perlu repot untung banyak menghias slide powerpoint yang kita miliki.
DAFTAR PUSTAKA
Jagiyanto. 2005. Analisis dan Desain Sistem Informasi Pendekatan Terstruktur Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis. Yogyakarta: Penerbit Andi
Rusman, dkk. 2009. Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
Rusman. 2011. Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Sanjaya, Wina. 2006. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group
Sadiman, Arief, dkk. 2003. Media Pendidikan, Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya. Jakarta : CV. Rajawali Pers
Komentar
Posting Komentar