MANAJEMEN KESISWAAN
Pengertian Manajemen Kesiswaan
Manajemen Kesiswaan merupakan proses pengurusan segala hal yang berkaitan dengan siswa, pembinaan sekolah mulai dari penerimaaan siswa, pembinaan siswa berada di sekolah, sampai dengan siswa menamatkan pendidikannya mulai penciptaan suasana yang kondusif terhadap berlangsungnya proses belajar mengajar yang efektif.
Mulyono (2008:78) mengemukakan bahwa manajemen kesiswaan adalah seluruh proses kegiatan yang di rencanakan dan di usahakan secara sengaja serta pembinaan secara kontinu terhadap seluruh siswa (dalam lembaga pendidikan yang bersangkutan) agar dapat mengikuti proses PBM secara efektif dan efisien.
Berdasarkan pendapat diatas maka dapat disimpulkan bahwa manajemen kesiswaan merupakan proses pengurusan atau pengelolaan segala hal yang berkaitan dengan siswa mulai dari penerimaan peserta didik hingga keluarnya peserta didik dari suatu sekolah.
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)
Rekrutmen peserta didik di sebuah lembaga pendidikan (sekolah) pada hakikatnya adalah sebuah proses pencapaian yang mampu untuk menjadi peserta didik di lembaga pendidikan (sekolah) yang bersangkutan.
Penerimaan peserta didik merupakan proses pendataan dan pelayanan kepada siswa yang baru masuk sekolah, setelah mereka memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan oleh sekolah tersebut Kegiatan ini mewarnai kesibukan sekolah menjelang tahun ajaran baru, dimana kepala sekolah perlu membentuk semacam kepanitiaan yang dijadikan sebagai penerima siswa baru. Dalam hal ini kepala sekolah dapat berpedoman pada pedoman penerimaan siswa baru yang dikeluarkan oleh Dirjen Pendidikan Dasar (Dikdas) dan Dirjen Pendidikan Menengah (Dikmen).
Ada beberapa kegiatan yang lain yang harus dilakukan ketika penerimaan siswa baru, yaitu penetapan daya tampung sekolah, penetapan syarat-syarat bagi calon siswa untuk dapat diterima di sekolah yang bersangkutan dan pembentukan panitia penerimaan siswa baru.
Langkah-langkah rekrutmen siswa baru adalah sebagai berikut:
Penetapan Persyaratan Siswa Yang Akan Diterima
Setiap sekolah berbeda dalam menetapkan persyaratan calon siswa baru yang akan diterima. Pada umumnya persyaratan itu menyangkut: aspek, umur, kesehatan, kemampuan hasil belajar dan persyaratan administrasi lainnya. Persyaratan untuk masuk sekolah adalah sebagai berikut:
Besarnya uang pendaftaran
Berapa rata-rata raport yang bisa diterima sebagai pendaftar
STTB/Ijazah dan foto copy ijazah terakhir yang sudah di sahkan oleh yang berwenang
Pas foto (selain jumlah ditentukan juga ukurannya)
Cara Penerimaan siswa baru, yaitu:
Berdasarkan hasil tes masuk yaitu siapa yang diterima dari calon siswa yang mendaftar. Sekolah menentukan nilai batas lulus, calon yang memperoleh nilai tes masuk sama atau lebih tinggi dari nilai batas lulus dinyatakan diterima.
Berdasarkan hasil UAN (Ujian Akhir Nasional). Dengan cara ini penyaring atau filter yang diterimanya calon siswa yang mendaftar didasarkan pada posisi jumalh NEM yang dimiliki dikaitkan dengan posisi jumalah NEM dari semua pendaftar. Semua calon di rangking menurut jumlah NEM. Penentuan siapa yang diterima hingga NEM tertentu, sampai jumlah siswa yang diperlukan sekolah terpenuhi nantinya.
Pembentukan Panitia Penerimaan Siswa Baru
Panitia penerimaan siswa baru di lakukan sekali setahun. Oleh karena itu dibentuk dan dibubarkan setelah kegiatan selesai. Panitia penerimaan terdiri dari kepala sekolah dan beberapa guru yang ditunjuk untuk mempersiapkan segala sesuatu yang di perlukan, yakni:
Syarat-syarat pendaftaran siswa baru
Formulir pendaftaran
Pengumuman
Buku pendaftaran
Waktu pendaftaran
Jumlah calon yang diterima
Masa Orientasi Siswa Baru
Orientasi siswa baru adalah kegiatan penerimaan siswa baru dengan mengenalkan situasi dan kondisi lembaga pendidikan sekolah. Tujuan orientasi siswa baru yaitu agar siswa dapat mengerti dan mentaati segala peraturan yang berlaku di sekolah, agar siswa dapat berpatisipasi aktif dalam kegiatan-kegiatan yang di selenggarakan sekolah, dan siswa siap menghadapi lingkungannya yang baru, baik secara fisik, mental dan emosional. Sehingga siswa tersebut merasa betah dalam mengikuti proses belajar mengajar. Sebelum siswa baru menerima pelajaran biasa di kelas-kelas, ada sejumlah kegiatan yang harus diikuti oleh mereka selama OSPEK. Kegiatan- kegiatan itu antara lain: perkenalan dengan para guru dan staf sekolah, perkenalan dengan siswa lama dan pengurus OSIS, penjelasan tentang program sekolah, mengenal fasilitas pendidikan yang dimiliki sekolah, penjelasan tentang struktur organisasi sekolah
Kegiatan selanjutnya setelah penerimaan siswa baru adalah pendataan siswa. Data ini sangat diperlukan untuk melaksanakan program bimbingan dan penyuluhan jika siswa menemui kesulitan dalam belajar, memberi pertimbangan terhadap prestasi belajar siswa, memberikan saran kepada orang tua tentang prestasi belajar siswa, pindah sekolah, dan lain sebagainya.
Ketatausahaan Siswa
Pencatatan dan pelaporan peserta didik dimulai sejak peserta didik diterima di sekolah sampai dengan tamat atau meninggalkan sekolah. Tujuan pencatatan tentang kondisi peserta didik dilakukan agar lembaga mampu melakukan bimbingan yang optimal pada peserta didik. Sedangkan pelaporan dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab lembaga dalam perkembangan peserta didik di sebuah lembaga. Adapun pencatatan yang diperlukan untuk mendukung data mengenai siswa sebagai berikut:
Buku induk siswa, berisi catatan tentang peserta didik yang masuk di sekolah tersebut, pencatatan diserta dengan nomor induk siswa/no pokok;
Buku klapper, pencatatannya diambil dari buku induk dan penulisannya diurutkan berdasar abjad;
Daftar presensi, digunakan untuk memeriksa kehadiran peserta didik pada kegiatan sekolah;
Daftar catatan pribadi peserta didik berisi data setiap peserta didik beserta riwayat keluarga, pendidikan dan data psikologis. Biasanya buku ini mendukung program bimbingan dan penyuluhan di sekolah.
Pencatatan Bimbingan dan Penyuluhan
Bimbingan dan penyuluhan atau biasa sekarang disebut dengan bimbingan dan konseling (BK) merupakan salah satu layanan pendidikan yang disediakan di sekolah untuk menunjang keberhasilan siswa. Layanan BK merupakan proses pemberian bantuan terhadap siswa melalui interaksi antar pribadi pembimbing atau guru dengan siswa agar perkembangannya optimal sehingga mereka bisa mengarahkan dirinya dalam bertindak dan bersikap sesuai dengan tuntutan dan situasi lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat
Secara umum, bimbingan yang diberikan pihak sekolah terhadap siswa berkaitan dengan hal-hal sebagai berikut:
Pilihan bidang studi
Penyesuaian kepada situasi sekolah.
Kesukaran belajar
Kesukaran yang bertalian dengan keluarga dan lingkungan
Gagal dalam bidang studi tertentu
Kebutuhan dan kesempatan rekreasi
Kurang minat terhadap bidang studi tertentu
Kurang harga diri
Hambatan-hambatan fisik, mental, emosi dan penyesuaian murid
Pilihan pekerjaan penyesuaian waktu senggang
Pertentangan antara ambisi dan kesanggupan siswa.
Tujuan Bimbingan dan Penyuluhan
Tujuan Bimbingan di Sekolah Menurut Djumhur dalam bukunya Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah ada tujuan dan layanan bimbingan di sekolah yang diselenggarakan bagi peserta didik, yaitu :
Membantu peserta didik untuk mengembangkan pemahaman diri sesuai dengan kecakapan, minat pribadi, hasil belajar serta kesempatan yang ada.
Membantu peserta didik untuk mengembangkan motif-motif intrinsik dalam belajar, sehingga tercapai kemajuan pengajaran yang berarti dan bertujuan.
Memberikan dorongan dalam pengarahan diri, pemecahan masalah, pengambilan keputusan dan keterlibatan diri dalam proses pendidikan.
Mengembangakan nilai dan sikap secara menyeluruh serta perasaan sesuai pencernaan diri.
Membantu peserta didik untuk memperoleh penyesuaian diri dalam beradaptasi secara maksimal terhadap masyarakat.
Membantu peserta didik untuk hidup seimbang dalam berbagai aspek fisik, mental dan sosial.
Fungsi Bimbingan dan Penyuluhan
Fungsi dari bimbingan dan penyuluhan antara lain sebagai berikut:
Pemahaman, yaitu pemahaman tentang diri siswa sendiri untuk mengembangkan diri secara optimal.
Penyaluran dan penempatan, bimbingan dalam hal membantu siswa memilih jurusan sekolah ataupun kegiatan ekstrakurikuler
Penyesuaian, membantu siswa dalam menyesuaikan lingkungannya.
Pencegahan atau preventif, merupakan upaya mencegah siswa atau menghindarkan siswa dari berbagai permasalahan yang membahayakan dirinya. Seperti, narkoba, drop out, pergaulan bebas, dan lain sebagainya.
Pengentasan, perbaikan atau pengentasan yang menghasilkan terpecahnya atau teratasinya suatu permasalahan yang dialami siswa dan membantu siswa sehingga dapat memperbaiki kekeliruan dalam berfikir, berperasaan dan bertindak (berkehendak).
Pemeliharaan atau pengembangan, membantu siswa supaya dapat menjaga diri dan mempertahankan situasi kondusif yang telah tercipta dalam dirinya.
Pencatatan Prestasi Belajar
Prestasi belajar merupakan tingkat kemanusiaan yang dimiliki siswa dalam menerima, menolak dan menilai informasi-informasi yang diperoleh dalam proses belajar mengajar. Prestasi belajar seseorang sesuai dengan tingkat keberhasilan sesuatu dalam mempelajari materi pelajaran yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau raport setiap bidang studi setelah mengalami proses belajar mengajar. Keberhasilan kemajuan dalam prestasi belajar para siswa memerlukan data yang otentik, dapat dipercaya dan memiliki keabsahan. Data ini diperlukan untuk mengetahui dan mengontrol keberhasilan atau prestasi belajar oleh kepala sekolah sebagai manajer pendidikan di sekolah. Kemajuan belajar siswa secara periodic harus dilaporkan kepada orang tua sebagai masukan untuk berprestasi dalam proses pendidikan dan membimbing anaknya dalam belajar baik di rumah maupun di sekolah.
Dalam pendataan kemajuan belajar siswa untuk kemajuan dan keberhasilan kegiatan belajar mengajar secara maksimal diperlukan buku catatan prestasi belajar siswa, yang meliputi:
Buku daftar nilai
Buku ini merupakan buku pertama yang digunakan untuk menilai hasil belajar yang di peroleh langsung dari kertas pekerjaan ulangan atau dari hasil ujian lisan.
Buku legger
Buku kumpulan nilai yang memuat semua nilai untuk semua bidang studi yang diikuti oleh siswa di dalam periode tertentu. Buku ini diisi oleh wali kelas yang menampung nilai-nilai dari guru-guru yang memgang pelajaran di kelas tersebut. Sekolah juga memiliki buku legger yang merupakan kumpulan ini legger-legger kelas.
Buku raport
Sebuah buku yang memuat hasil belajar siswa selama siswa tersebut mengikuti pelajaran di suatu sekolah. Oleh karena itu, paling sedikit banyaknya lembaran raport sama dengan banyaknya tingkatan di suatu sekolah.
Tujuan atau fungsi Penilaian dari buku penting di atas, antara lain:
Penilaian Berfungsi Selektif
Dengan cara mengadakan Penilaian, guru mempunyai cara untuk mengadalan seleksi atau penilaian terhadap siswanya. Penilaian itu sendiri mempunyai berbagai tujuan antara lain:
Untuk memilih atau menentukan siswa yang dapat naik kelas atau tingkat berikutnya
Untuk memilih siswa yang seharusnya mendapat beasiswa
Untuk memilih siswa yang berhak meninggalkan sekolah
Penilaian Bersifat Diagnosis
Apabila alat yang digunakan untuk melakukan penilain cukup memenuhi persyaratan, maka dengan melihat hasilnya guru akan mengetahui kelemahan dan kelebihan siswa.
Penilaian Berfungsi Sebagai Pengukur Keberhasilan
Fungsi dari penilaian ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana suatu program berhasil ditetapkan. Keberhasilan program ditentukan oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu sistem administrasi.
Pengelolaan Alumni
Alumni adalah lulusan dari sebuah sekolah, perguruan tinggi atau universitas. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia alumni adalah orang-orang yang telah mengikuti atau tamat dari suatu sekolah atau perguruan tinggi. Keberadaan alumni sangatlah berpengaruh pada peningkatan kualitas dari suatu instansi. Ketika alumni bekerja disuatu perusahaan alumni akan membawa nama baik dari sekolah atau unversitas alumni berasal. Selain itu alumni juga dapat membantu almamater mereka dengan memberikan masukan yang bermanfaat atau dengan memberikan informasi lowongan pekerjaan.
Dalam undang undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem pendidikan nasional yang berkenaan dengan sistem akreditasi perguruan tinggi dijelaskan bahwa penentuan nilai dan akreditasi suatu sekolah attau universitas ditentukan oleh alumni. Hal ini di jelaskan pula dalam pedoman asesemen lapangan akreditasi program studi sarjana yang dikeluarkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada fokus asesemen lapangan spesifik pada mahasiswa dan lulusan, terdapat tiga point berkaitan dengan menejemen alumni yaitu Pertama, Layanan pendayagunaan lulusan; ragam, jenis, wadah, mutu, harga dan intensitas. Kedua, Pelacakan dan perekaman data lulusan; kekomprehensifan, pemutakhiran, profil masa tunggu kerja pertama, kesesuaian bidang kerja dengan bidang studi dan posisi kerja. Ketiga, Partisipasi lulusan dan alumni dalam mendukung pengembangan akademik dan nonakademik suatu program studi
Pengelolaan alumni dilakukan untuk menyediakan wadah bagi para lulusan yang diikat dalam suatu organisasi sekolah. Organisasi alumni sekolah bertujuan untuk berikut ini :
Membangun jaringan silahturahmi kepada para alumni sehingga tercipta rasa cinta terhadap almamater sekolah.
Memberdayakan alumni untuk membina siswa di sekolah almamater.
Memberdayakan alumni untuk membantu mensukseskan program sekolah.
Mendapatkan informasi tentang pemetaan alumni yang melanjutkan studi dan tempat kerja.
DAFTAR PUSTAKA
Hamzah. 2017. Pelaksanaan Manajemen Kesiswaan di SDN No.52 Lerekang Kec. Polongbankeng Utara Kab. Takalar. Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. hh: 21-25.
Meilina Bustari. 2005. Manajemen Peserta Didik. Yogyakarta : FIP UNY.
Mulyono. 2008 Manajemen Administrasi dan Organisasi Pendidikan, Jogjakarta: AR-Ruzz Media Groups
Mustari Mohamad. 2015. Manajemen Pendidikan. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada
Sumber lain:
Https://www.academia.edu/34598292/MANAJEMEN_KESISWAAN_PESERTA_DIDIK (diakses pada 20 maret 2020, pukul 21.15)
Https://www.academia.edu/38122370/MAKALAH_MANAJEMEN_KESISWAAN_DAN_ALUMNI_PADA_MADRASAH_SEKOLAH_MAKALAH (diakses pada 22 maret 2020, pukul 22.15)
https://docplayer.info/36156426-Bab-i-pendahuluan-menejemen-pengelolaan-alumni-alumni-sebagai-bagian-output-tentunya-memiliki.html (diakses pada 22 maret 2020, pukul 22.15)
Komentar
Posting Komentar