DAMPAK MODERNISASI GAYA MENGAJAR GURU TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA

 Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak modernisasi cara mengajar terhadap motivasi belajar siswa. Modernisasi cara mengajar adalah suatu perubahan yang dilakukan untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih baik lagi. Dengan adanya modernisasi cara mengajar guru, diharapkan  dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, karena modernisasi cara mengajar yaitu suatu inovasi yang mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, harmonis, dan kondusif.

Kata kunci : Modernisasi, Gaya Mengajar, Motivasi Belajar.


Abstract

This study aims to determine the impact of modernization of teaching methods on student motivation. The modernization of teaching is a change made to achieve better educational goals. With the modernization of the way of teaching teachers, it is expected to increase student motivation, because the modernization of teaching methods is an innovation that is able to create an atmosphere of learning that is fun, harmonious, and conducive.

Keywords : Modernization, Teaching Style, Learning Motivation.


Pendahuluan


Pendidikan dapat diartikan sebagai suatu aktivitas manusia untuk memelihara kelanjutan hidupnya (survival) sebagai individu dan sebagai anggota masyarakat, berupa pewarisan ilmu, nilai-nilai, budaya dan keterampilan dari satu generasi ke generasi yang lain dalam rangka memelihara identitas peradabannya. Pemeliharaan identitas ini dimaksudkan agar peradaban yang telah berkembang dan maju tidak hilang seperti peradaban-peradaban masa kuno; Mesir, Romawi, Aztex dan lain-lain. 

Modernisasi merupakan suatu proses menuju  masa kini atau proses menuju masarakat modern. Modernisasi dapat pula diartikan sebagai proses perubahan dari masyarakat tradisional ke masyarakat modern. Di Indonesia istilah modernisasi seringkali disalah artikan . Orang cenderung mengertikan modernisasi sebagai westernisasi, terutama pada sikap para pelakunya yang cenderung selalu meniru secara mutlak pengaruh barat yang masuk.

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

Peran lembaga pendidikan Islam, tidak saja dituntut untuk mengkristalisasikan semangat ketuhanan sebagai pandangan hidup universal, lebih dari itu institusi ini harus lebur dalam wacana dinamika modern. Pendidikan Islam sebagai lembaga alternatif diharapkan mampu menyiapkan kualitas masyarakat yang bercirikan semangat keterbukaan, egaliter, kosmopolit, demokratis, dan berwawasan luas, baik menyangkut aspek spiritual maupun “ilmu-ilmu modern”.

Cara klasikal adalah pemberian materi berpusat pada pengajar (teacher centered learning) adalah metode mengajar yang digunakan pada masa lalu. Kini, banyak sekali terobosan-terobosan baru dalam cara mengajar, dan kegiatan belajar mengajar dipusatkan pada siswa (student centered learning). Dengan metode baru ini, diharapkan siswa menjadi lebih aktif dan tidak bosan dalam belajar. Susunan kursi dalam kelas pun dapat diubah sewaktu-waktu agar suasana tidak membosankan. Metode ini pun mengarahkan kegiatan belajar mengajar untuk lebih banyak melakukan diskusi antar siswa dalam rangka pengembangan cara berpikir yang kritis dan ilmiah.

Dalam pembelajaran sebelum dilakukan modernisasi yaitu pemberian materi berpusat pada pengajar (teacher centered learning) adalah metode mengajar yang digunakan pada masa lalu. Setelah dilakukan modernisasi,banyak sekali terobosan-terobosan baru dalam cara mengajar, dan kegiatan belajar mengajar dipusatkan pada siswa (student centered learning). Dengan metode baru ini, diharapkan siswa menjadi lebih aktif dan tidak bosan dalam belajar. Susunan kursi dalam kelas pun dapat diubah sewaktu-waktu agar suasana tidak membosankan.

Metode ini pun mengarahkan kegiatan belajar mengajar untuk lebih banyak melakukan diskusi antar siswa dalam rangka pengembangan cara berpikir yang kritis dan ilmiah. Peran guru dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga target pembelajaran dapat tercapai yang fokus pada unit of inquiry, keterampilan soft skill dalam kerja kelompok serta dapat berfikir secara kritis. Unit of Inqury merupakan sebuah proses untuk menyelidiki suatu masalah atau kasus. Sekolah yang menerapkan kurikulum unit of inquiry dengan mudah mengarahkan anak didiknya serta diharapkan dapat menyelesaikan sebuah kasus atau masalah dengan cara pandang yang kreatif. 

Kemampuan berfikir kreatif diharapakan dapat melihat suatu masalah dari perspective yang berbeda. Konten materi pendidikan di sekolah perlu diimbangi dengan keterampilan soft skill sehingga melahirkan anak didik yang siap untuk menghadapi persaingan di luar sekolah. Tantangan modernisasi menjadi seorang guru  terbilang cukup berat karena guru mempengaruhi keberhasilan sebuah pendidikan dan menjadi contoh bagi anak didiknya. 

Kajian Pustaka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

hukum Ikhfa Haqiqi (Aqrob, Ab’ad, dan Ausath)

Penilaian Dalam Pembelajaran Terpadu (pengertian, ruang lingkup, tujuan dan fungsi)