Analisis Perbedaan Cara Penggunaan Tekhnologi Dari Generasi Alpha Dan Generasi Milenial
ABSTRAK
Generasi milenial yang merupakan generasi sadar teknologi mendorong generasi ini memiki karakter seperti optimis terhadap sesuatu hal, memiliki keinginan untuk belajar, menguasai teknologi, menyadari keberagaman serta dunia yang lebih luas dari ruang lingkup mereka. Mereka juga memiliki harga diri yang sangat tinggi dan sangat mencintai dirinya sendiri. karakteristik generasi ini merupakan generasi yang memiliki motivasi yang tinggi, ambisius, menyukai dan menuntut jam kerja yang fleksibel, pakaian kerja santai serta hilangnya formalitas dalam bekerja, generasi ini memiliki inisiatif yang tinggi untuk meningkatkan karirnya sendiri seperti dengan mengembangkan kemampuannya tanpa menunggu difasilitasi oleh perusahaan. Dan generasi ini menunjukkan keaktifan seseorang dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi saat orang tersebut ingin menggapai tujuan karirnya. Generasi alpha adalah generasi si kecil yang lahir setelah tahun 2010. Mereka adalah generasi yang sudah terbiasa dengan teknologi informasi, bahkan sejak masih di dalam kandungan. Itu sebabnya, membesarkan generasi alpha punya tantangan tersendiri, yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Yang perlu kita ketahui tentang generasi alpha adalah, sejak lahir mereka sudah hidup di dunia dengan perkembangan teknologi yang pesat. Kecanggihan teknologi sekarang ini telah menjadi sarana dan sumber belajar bagi si Kecil. Bahkan, dengan adanya internet memudahkan si Kecil melihat berbagai hal baru, sehingga teknologi dapat meningkatkan kreativitas si Kecil. Generasi alpha ini dipercaya dapat tumbuh menjadi generasi yang lebih pintar dibandingkan generasi-generasi sebelumnya.
PENDAHULUAN
Generasi alpha adalah generasi si kecil yang lahir setelah tahun 2010. Mereka adalah generasi yang sudah terbiasa dengan teknologi informasi, bahkan sejak masih di dalam kandungan. Itu sebabnya, membesarkan generasi alpha punya tantangan tersendiri, yang berbeda dengan generasi sebelumnya.
Yang perlu kita ketahui tentang generasi alpha adalah, sejak lahir mereka sudah hidup di dunia dengan perkembangan teknologi yang pesat. Kecanggihan teknologi sekarang ini telah menjadi sarana dan sumber belajar bagi si Kecil. Bahkan, dengan adanya internet memudahkan si Kecil melihat berbagai hal baru, sehingga teknologi dapat meningkatkan kreativitas si Kecil. Generasi alpha ini dipercaya dapat tumbuh menjadi generasi yang lebih pintar dibandingkan generasi-generasi sebelumnya.
Tentunya dengan perkembangan dunia yang sangat pesat, generasi alpha juga harus didukung agar dapat bertumbuh secara pesat, dan pastilah tak mudah menjadi orangtua dari generasi paling pintar ini. Nah, inilah tantangan bagi para orang tua agar mereka tumbuh tak hanya menjadi generasi yang pintar, tapi juga generasi yang unggul.
Generasi alpha di kenal generasi yang hebat dan pintar, karna mereka memanfaatkan teknologi dengan benar. Bisa dibilang generasi alpha adalah generasi yang beruntung, karena mereka lahir dan tumbuh di tengah-tengah perkembangan teknologi yang pesat. Tak heran jika mereka pun tumbuh sebagai generasi yang unggul, pintar, dan berwawasan luas. Dan sebagai orangtua, harus pastikan agar mereka dapat memanfaatkan berbagai teknologi yang ada dengan benar. Misalnya saja, dorong anak untuk memanfaatkan kemudahan internet dalam memperluas wawasan. Ketika anak diberi tugas membuat kerajinan tangan di sekolah, orang tua bisa mendampingi anak untuk mencari tutorial-nya di Youtube. Atau ketika anak mulai menunjukkan satu minat dan bakat tertentu, misalnya melukis atau bermain musik, orang tua bisa mengajaknya memperdalam teori tentang melukis atau bermain musik di internet. Ajak juga anak untuk bersama-sama mencari tempat kursus yang sesuai dengan minat dan bakatnya di internet.
Generasi milenial Generasi ini tidak melulu mengejar harta, tapi generasi ini lebih mengejar solidaritas, kebahagiaan bersama, dan eksistensi diri agar di hargai secara sosial. Generasi ini tumbuh seiring dengan semakin matangnya nilai- nilai persamaan dan hak asasi manusia, sehingga mempengaruhi pembawaan mereka yang bisa di nilai lebih demokratis. Meski generasi ini selalu tampak bersenang-senang justru generasi ini yang tengahmemberi banyak pengaruh baik untuk masa depan bangsa. Generasi Milenial dalam bekerja cenderung kritis saat melakukan sesuatu, hal ini ditandai dengan fakta bahwa generasi Milenial akan melakukan sesuatu yang memiliki nilai tambah bagi mereka dan melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang mereka harapkan. Generasi ini juga biasanya akan mengutamakan dirinya sendiri. Mereka juga cenderung membutuhkan adanya feedback, penghargaan dan pujian yang konstan dari atasan mereka. Generasi ini juga memiliki harga diri yang tinggi dan menginginkan pekerjaan yang sesegera mungkin serta antusias yang tinggi terhadap pekerjaannya.
METODE PENELITIAN
Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan mengumpulkan data yang sudah tersedia yang berisi pernyataan-pernyataan yang berhubungan dengan dimensi yang diteliti oleh peneliti secara terstruktur. Pengumpulan data diawali dengan menentukan populasi penelitian. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh generasi milenial dan generasi alpha. Banyaknya generasi milenial dan generasi alpha yang mengunaakan teknologi untuk kepentingan masing-msaing . Namun generasi milenial lebih memahami teknologi yang mereka pakai seperti mencari pekerjaan dari handphon dan teknologi lainnya sedangkan generasi alpha masih banyak menggunakan teknologi untuk bermain atau bersenang-senang di karenakan generasi ini masih muda karena lahir di tahun 2010.
Namun pengumpulan data memudahkan penulis menjadikan ini sebagai sampel penelitian ini. Teknik pengambilan sampel (sampling) yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah random sampling yaitu purposive sampling. Teknik ini merupakan teknik yang mempermudah peneliti dikarenakan populasi yang sangat luas dan peneliti diberikan kebebasan untuk dapat memilih siapa saja yang dapat mengisi kuesioner penelitian asalkan sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan terlebih dahulu . Kriteria dari responden dari penelitian ini adalah seorang generasi milenial yang merupakan generasi yang lahir pada tahun 1980-1999 dan generasi alpha lahir tahun 2010.
Metode Analisis data Beberapa uji untuk melakukan analisis data adalah sepert uji validitas yang digunakan untuk mengukur sah atau tidaknya suatu item dalam kuesioner mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Pengambilan keputusan dilakukan dengan meneliti nilai signifikasi untuk masing-masing indikator yang apabila signifikansi kurang dari batas alpha 0.05, maka dapat dikatakan indikator tidak. Uji relibilitas digunakan untuk mengukur tingkat konsistensi dan stabilitas.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Sama-Sama Akrab dengan Teknologi, Ini Beda Generasi Alpha dengan Milenial Orangtua dan anak bermain gawai. Menurut psikolog anak dan keluarga, ada beberapa perbedaan antara generasi alpha dan milenial, meski keduanya sama-sama akrab dengan teknologi. "Generasi alpha ini memang technology native, mereka senang bermain dengan perangkat teknologi, membuat konten, tapi perlu ditekankan, mereka tidak tergantung pada teknologi. Tidak seperti generasi milenial yang cenderung tidak bisa apa-apa tanpa teknologi," salah satu studi mengungkap, meski identik dengan manusia modern, 72 persen generasi alpha masih suka bermain di luar ruangan, menyukai seni dan kerajinan, dan banyak kontak dengan kakek neneknya dari generasi baby boomers. Hal ini jauh berbeda dengan generasi milenial yang cenderung berdiam diri di dalam ruangan dengan gadget masing-masing dan sulit untuk memiliki kehidupan yang seimbang, antara dunia nyata dan dunia maya. "Generasi alpha tidak setergantung generasi Z atau generasi milenial mengenai teknologi. Hidup mereka lebih balance. Mereka di dalam rumah dengan gadget oke, nggak ada gadget juga nggak masalah," mungkin dipengaruhi oleh keterikatan generasi alpha dengan kakek neneknya dari generasi baby boomers yang cenderung senang mengeksplor berbagai hal di luar ruangan dan tidak terikat dengan teknologi. "Baby boomers ini terkenal senang main. Waktu mereka punya cucu, yakni si generasi alpha, mereka akan cenderung membawa cucu mereka keluar rumah," tutup dia.
Bagi generasi Alpha, teknologi merupakan sesuatu yang begitu erat kaitannya dengan kehidupan. Mereka dengan mudah terhubung dengan teknologi dan memanfaatkannya sebagai sarana untuk mendapatkan informasi maupun melakukan komunikasi dengan instan. Walau begitu, generasi ini didapati tidak begitu kecanduan terhadap teknologi. Seperti yang dilansir Metro, CEO Beano Studios Emma Scott menyatakan, meski mereka adalah generasi pertama yang lahir di dunia serba digital mereka tidak kecanduan pada teknologi layaknya orang tua milenial yang kecanduan pada sebuah aplikasi selfie. Hasil tersebut didapat setelah Beano Studios meneliti 2.000 anak generasi Alpha di Inggris termasuk orang tua mereka. Hasil tersebut menyebutkan bahwa generasi ini memiliki keseimbangan antara menggunakan teknologi dengan aktivitas fisik maupun sosial. Hampir setengah (48 persen) generasi Alpha cukup sering menghabiskan waktu tanpa perangkat teknologi. Mereka menikmati beragam aktivitas fisik seperti bermain di luar ruangan serta membuat kerajinan tangan. Secara pemikiran, generasi Alpha dinilai memiliki pandangan yang lebih terbuka dan maju dari generasi sebelumnya. Ini membuat mereka mengesampingkan stereotipe terhadap identitas tertentu serta lebih mampu menerima perbedaan. Sikap-sikap tadi membuat generasi Alpha memiliki kekuatan untuk mencapai pendidikan yang lebih baik. Ke depannya, anak-anak generasi paling muda ini diharapkan dapat menjadi perwujudan masa depan dan dunia yang lebih baik
Generasi milineal dan generasi Alpha yang mendapatkan perhatian khalayak ramai. Generasi milineal mengacu pada generasi yang lahir antara tahun 1996 hingga 2010, setelah generasi milenial. Generasi ini telah dibesarkan di era di mana internet mulai muncul dan berkembang. Saat ini sebagian anak-anak generasi melineal sudah mulai memasuki jenjang perguruan tinggi dan mulai memasuki dunia kerja. Dilansir dari Forbes, anak-anak generasi milineal hidup di tengah munculnya teknologi serta hidup di tengah-tengah kemajuan teknologi. Anak-anak generasi ini akan selalu menuntut pada penyempurnaan teknologi, penyempurnaan berbagai sistem sosial mulai dari pendidikan, kerja dan interaksi sosial. Saat belajar, anak-anak generasi melenial menyukai metode belajar dengan cara bereksperimen atau melakukan praktik daripada duduk berdiam di kelas mendengarkan ceramah guru. Selain itu, anak-anak generasi ini memiliki kemampuan multitasking yang tak sembarangan. Generasi Alpha mengacu pada anak-anak yang lahir setelah tahun 2010 hingga thaun 2025. Generasi ini, umumnya, merupakan keturunan dari generasi milineal. Tak seperti generasi milenial yang lahir saat teknologi mulai muncul dan berkembang, anak-anak generasi Alpha bahkan sudah akrab dengan teknologi sejak sebelum dilahirkan. Demikian sebagaimana diwartakan Bussines Insider. Hal ini memicu adanya kecenderungan adanya kecanduan teknologi pada anak apabila orang tua tak membimbing pengunaan teknologi pada anak sejak dini. Selain itu, anak generasi Alpha memiliki daya kreativitas tinggi, rasa toleransi yang tinggi, dan selalu ingin tampil berbeda. Perkembangan teknologi juga sangat mempengaruhi karakteristik dan cara pandang siswa di sekolah. Oleh karena itu, siswa menjadi lebih kritis dan tak gampang menerima sembarang informasi. Penyesuaian diperlukan pada beberapa pelajaran tertentu yang sekarang sudah sangat terbantu dengan hadirnya teknologi, misalnya proses perhitungan yang sudah dimudahkan dengan munculnya kalkulator atau komputer. Penggunaan internet juga tak boleh diabaikan dalam pengajaran terhadap siswa generasi milenial dan Alpha.
Anak-anak yang lahir setelah tahun 2010 merupakan generasi Alpha. Mereka lahir dari orang tua generasi milenial. Mereka merupakan generasi yang paling akrab dengan internet sepanjang masa. Generasi yang paling akrab dengan teknologi digital dan generasi yang diklaim paling cerdas dibanding generasi-generasi sebelumnya. Meskipun demikian, mereka dinilai memiliki kekurangan, seperti: bossy, dominan, dan suka mengatur; tak suka berbagi; tidak mau mengikuti aturan; teknologi menjadi bagian dari hidup mereka, dan tidak akan mengetahui dunia tanpa jejaring sosial; dan kemampuan berkomunikasi langsung jauh berkurang. Pada sisi lain, perkembangan teknologi, informasi, dan komunikasi begitu cepat. Perkembangan tersebut menawarkan sisi-sisi positif dan negatif bagi generasi alpha yang akrab dengan internet. Disinilah peranan orang tua sangat dibutuhkan. Sebagai salah satu lembaga yang bertanggung jawab terhadap pendidikan anak-anak, orang tua diharapkan memberikan pengasuhan yang benar dan tepat. Orang tua milenial perlu mengenali karakteristik anak-anak generasi alpha. Oleh karena itu, agar generasi alpha menjadi generasi yang sukses di abad 21 ini, orang tua milenial perlu memperhatikan beberapa hal berikut:(1) mengikuti perkembangan teknologi, informasi, dan komunikasi, agar orang tua memiliki bekal dan dapat membimbing anak-anak berinteraksi dengan internet dengan cerdas dan sehat;(2) mengajarkan anak-anak bersosialisasi, agar social-emosional mereka dapat berkembang dengan baik;(3) turut melatih dan mengembangan aspek fisik-motorik anak;(4) turut membekali anak-anak dengan nilai-nilai agama dan moral;(5) mendidik anak-anak agar tidak tergantung pada teknologi; dan (6) memainkan peran secara maksimal sebagai teman diskusi, tempat bertanya dan tempat mencurahkan kasih sayang bagi anak. Sigit Purnama, U Sunan, K Yogyakarta
KESIMPULAN
Generasi alpha adalah generasi si kecil yang lahir setelah tahun 2010. Mereka adalah generasi yang sudah terbiasa dengan teknologi informasi, bahkan sejak masih di dalam kandungan. Itu sebabnya, membesarkan generasi alpha punya tantangan tersendiri, yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Generasi ini tidak melulu mengejar harta, tapi generasi ini lebih mengejar solidaritas, kebahagiaan bersama, dan eksistensi diri agar di hargai secara sosial. Generasi ini tumbuh seiring dengan semakin matangnya nilai- nilai persamaan dan hak asasi manusia, sehingga mempengaruhi pembawaan mereka yang bisa di nilai lebih demokratis. Meski generasi ini selalu tampak bersenang-senang justru generasi ini yang tengahmemberi banyak pengaruh baik untuk masa depan bangsa.
SARAN
Generasi alpha dan generasi milenial ini sangat mengenal teknologi tetapi perbedaan di sini generasi alpha dari kecil sudah mengenal teknolgi dikarenakan mereka lahir pada perkembangan teknologi maka dari itu generasi melenial atau orang tua dari generasi alpha membatasi atau menghimbau anank generasi alpha ini bagaimna cara menggunakan teknologi dengan baik.
Komentar
Posting Komentar